Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2019

My Hero Academia Merilis Trailer Baru Untuk Film Kedua

Film My Hero Academia yang kedua, My Hero Academia THE MOVIE Heroes: Rising, merilis sebuah trailer hari ini, memberikan penggemar kesempatan untuk melihat penjahat film tersebut, Nine, dianimasikan untuk pertama kalinya. Serta fokus pada Deku dan Bakugo harus menjadi tag team yang tidak mungkin bagi mereka.
Pada 7 Juli, film ini diumumkan akan dirilis di Jepang pada tanggal 20 Desember, dan semua staf dari serial anime akan kembali di BONES. Season 4 dari serial anime juga akan kembali ke layar TV pada bulan Oktober 2019.






Sumber : crunchyroll

Sabtu, 13 Juli 2019

Anime Movie One Piece Stampede Mendapat Novel di Bulan Agustus

Anime movie One Piece Stampede mendapatkan adaptasi novel dari Tatsuya Hamazaki (.hack // Legend of the Twilight, Digimon Next) yang akan dikirimkan pada 9 Agustus. Naskah Atsuhiro Tomioka dan Takashi Otsuka untuk film ini menginspirasi kisah novel ini.
Movie ini akan dibuka di bioskop-bioskop di Jepang pada 9 Agustus untuk memperingati ulang tahun anime yang ke-20. 3 juta penonton teater pertama akan menerima Komik One Piece -Kan-Banpaku- manga. Fuji TV menggambarkan kisah film itu :



Pertunjukan bajak laut terhebat di dunia, oleh para bajak laut, untuk para bajak laut - Festival Bajak Laut. Luffy dan kru Topi Jerami lainnya menerima undangan dari tuan Buena Festa yang dikenal sebagai Ahli Perayaan. Mereka tiba untuk menemukan tempat yang penuh dengan paviliun glamor dan banyak bajak laut mengikuti termasuk yang dari Generasi Terburuk. Tempatnya listrik.

Film anime terbaru dalam One Piece, One Piece Film Gold, dibuka di Jepang pada Juli 2016. Funimation memutar film tersebut dengan bahasa Inggris di bioskop-bioskop di Amerika Serikat pada Januari 2017. Perusahaan ini kemudian merilis film tersebut dalam bentuk DVD dan Blu-ray Disc pada Mei 2017.

Film One Piece dibuka setiap tahun di Jepang antara tahun 2000-2009. Film One Piece 3D 30 menit: Mugiwara Chase dibuka pada Maret 2011, dan One Piece Film Z dibuka pada Desember 2012.

Sumber : ANN

Rabu, 26 Juni 2019

Film Strike Witches: 501 Butai Hasshin Shimasu! Ungkap Tanggal Tayang

Akan hadir di bioskop pada tanggal 4 Oktober
Anime adaptasi dari spinoff Strike Witches berjudul Strike Witches: 501 Butai Hasshin Shimasu! akan mendapatkan versi bioskopnya. Anime seris dengan judul yang sama telah mengudara pada bulan April lalu dan telah tamat.

Gambar Teaser

Dianime tersebut juga ditambahkan satu karakter baru bernama Shizuka Hattori yang diperankan oleh Aya Uchida, karakter tersebut telah muncul di film Strike Witches yang ditayangkan pada tahun 2012. Sebelumnya pihak Kadokawa sudah menerbitkan PV untuk bioskopnya, namun video itu tidak lagi tersedia.


Strike Witches merupakan karya originial dari Fumikane Shimada dan dikembangkan dengan kerja sama antara mangaka dan kreator lain. Berbagai adaptasi, spinoff dan anime telah dihasilkan dari hasil kerja sama tersebut. Karakter utama dari proyek ini Yoshika Miyafuji pernah menjadi chara image dan salah satu maskot non resmi dari Animex Society


Sumber:
Moetron

Kamis, 17 Mei 2018

CGV & Cinemaxx Indonesia Konfirmasi Chuunibyou Movie Take On Me

Setelah ditunggu akhirnya, movie Chuunibyou demo Koi ga Shitai - Take On Me akan hadir di Indonesia pada tanggal 23 Mei 2018. Dari akun media sosial Purple Plan, lisensor film tersebut mengungkapkan, ada dua perusahaan sinema yang akan menayangkan film tersebut.


Perusahaan sinema tersebut adalah CGV dan Cinemaxx Indonesia. Dan informasi untuk film ini sudah tersedia di masing-masing halaman website sinema. Namun, karena jadwal belum dipublikasikan, maka pemesanan dan informasi lebih lanjut yang berkaitan dengan penayangan film anime ini belum diketahui pasti. Terlebih kedua sinema belum mempublikasikannya melalui sosial media mereka.


Informasi di halaman web CGV Indonesia


Informasi di halaman webCinemaxx Indonesia


Akhirnya kita hanya dapat berspekulasi. Kemungkinan akan diadakan penjualan merchandise dan fan screening di salahsatu sinema tersebut. Yup Mari kita tunggu pada tanggal 23 Mei nanti.


Promotional Poster untuk Indonesia, Mei 2018


Sinopsis

Film ini masih menceritakan kelanjutan dari seri Chuunibyou sebelumnya. Di dalam film ini, Rikka yang kini adalah murid kelas 3 masih memiliki sindrom chuuni-nya. Ujian masuk universitas sudah di ambang tanduk, dan ini adalah liburan musim Semi, Yuuta bersama Rikka masih seperti biasa. Suatu hari, kakak Rikka, Touka mengatakan dia akan membawa adiknya, Rikka ke Itali bersamanya karena dia harus bekerja, dan merasa mereka harus pindah bersama sebagai keluarga.

Yuuta mengerti maksud Touka, tapi dia berpikir kalau dengan keputusan tersebut Rikka dan dirinya akan terpisahkan. Shinka dan anggota lain mengatakan kalau Yuuta dan Rikka harus “kawin lari” saja, dan kemudian dimulailah drama baru pelarian kedua sejoli ini keliling Jepang.



Sumber: Purple Plan

Rabu, 02 Mei 2018

Chuunibyou Take On Me Hadir di Indonesia 23 Mei

Singapura. Setelah berhasil merilis pernyataan resmi bahwa film anime Chuunibyou demo Koi ga Shitai - Take On Me - (Chunnibyou, tapi aku ingin jatuh cinta! Take On Me) alt Love, Chunibyo & Other Delusions! Take on Me akan tayang di Singapura dan Malaysia, kini giliran Indonesia yang mendapatkan jadwal tayang.

Purple Plan Singapura menjanjikan bahwa Chunibyou Movie Take on Me akan hadir di Indonesia pada akhir bulan Mei, tepatnya pada tanggal 23 Mei 2018 di bioskop Indonesia.

Jadwal rilis di Indonesia mendapat bagian yang lebih awal walau pers release yang terlambat dari pada Malaysia, yaitu 30 April, sedangkan Malaysia 28 April 2018 dan akan tayang perdana pada tanggal 28 Juni di TGV Cinemas.

Entah apa yang membuat perilisan di Malaysia terlambat karena perlu diketahui jadwal rilis di Indonesia hampir terpaut satu bulan lebih awal dari Malaysia yang memungkin mempengaruhi ekspetasi para penontonya.



Hingga saat ini pihak dari Purple Plan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai tentang detail penayangan dan merchandise dari film tersebut, baik di Malaysia dan Indonesia. Di Singapura sendiri, film ini akan tayang pada tanggal 4 Mei 2018 Golden Village.

Selama ini dari bioskop-bioskop besar di Indonesia, CGV-lah yang paling sering menawarkan film-film anime melalui lisensor dari Singapura, seperti Odex dan Encore Films, namun saat berita ini diturunkan mereka juga belum menkonfirmasi apakah film ini akan ditayangkan di bioskop mereka atau tidak.

Di Jepang sendiri, film Chuunibyou ini telah mendapatkan peringkat box office ke 6 pada minggu pertama perilisannya pada tanggal 6 Januari 2018 dan meraup keuntungan total sebesar ¥193,264,100 (setara dengan 24,4 Milyar Rupiah).

Promotional Poster untuk Malaysia, 28 Juni 2018


Sinopsis

Film ini masih menceritakan kelanjutan dari seri Chuunibyou sebelumnya. Di dalam film ini, Rikka yang kini adalah murid kelas 3 masih memiliki sindrom chuuni-nya. Ujian masuk universitas sudah di ambang tanduk, dan ini adalah liburan musim Semi, Yuuta bersama Rikka masih seperti biasa. Suatu hari, kakak Rikka, Touka mengatakan dia akan membawa adiknya, Rikka ke Itali bersamanya karena dia harus bekerja, dan merasa mereka harus pindah bersama sebagai keluarga.

Yuuta mengerti maksud Touka, tapi dia berpikir kalau dengan keputusan tersebut Rikka dan dirinya akan terpisahkan. Shinka dan anggota lain mengatakan kalau Yuuta dan Rikka harus “kawin lari” saja, dan kemudian dimulailah drama baru pelarian kedua sejoli ini keliling Jepang.



Sabtu, 09 Desember 2017

Nekopara OVA Siap Meluncur Perdana di Jepang!

Nekopara! Kucing-kucing imut kesukaan semua orang akan menayangkan OVA!
Proyek yang berasal dari Crowd found KickStarter tahun lalu, Nekopara (Neko Paradise) berhasil menembus angka 12 Milyar Rupiah. Yang menjadikan, erogame ini tidak hanya menjadi sebatas Visual Novel saja, tapi juga berhasil menembus OVA (Original Video Animation) seperti yang dijanjikan.

Mengejutkannya, OVA tersebut tayang dengan durasi 1 Jam seperti film bioskop. Namun, kenyataannya ternyata OVA tersebut berbentuk movie format. Nah, soal penayangan OVA movie tersebut, pihak Neko Works telah mengumumkan bahwa proses pembuatanya telah selesai pada tanggal 20 November bulan lalu melewati twitter.



Dan disusul, penayangan perdananya di Jepang melalui visual key promotion yang juga dibagikan di twitternya pada tanggal 8 Desember 2017:

Visual Key Nekopara OVA


Berdasarkan informasi di dalam visual key tersebut, OVA-nya akan ditayangkan secara perdana di Theater UDX Akihabara pada tanggal 1 Januari 2018. Dan mereka akan merilis informasi detail dan lebih rincinya untuk publik pada saat Komiket 93 yang tak lain adalah pada tanggal 29 Desember 2017.

Sumber

Senin, 20 November 2017

Blu-ray/DVD Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie Akan dibundle dengan OVA

Belum lama ini berita informasi tentang Blu-Ray/DVD Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie telah beredar. Blu-ray dan DVDnya telah hadir dan siap dipre-order di halaman Amazon Jepang yang bisa anda lihat disini.
Illustrasi Sampul (Cover) BD/DVD di Amazon

Berdasarkan keterangan di halaman Amazon tersebut, Blu-Ray/DVD tersebut merupakan seri spesial yang akan di-bundle dengan:
  • Cover yang didesain dan digambar langsung oleh Hiroyama Hiroshi
  • Digipack illustrasi karakter desain original dari Kazuta Hirata
  • Short Animation baru & Cast Comment yang menampilkan: Noriaki Sugiyama (Emiya Shiro), Kaori Nazuka (Miyu Edelfelt), dan Mai Kadowaki (Illyasviel von Einzbern)
  • PRISMA Material/petit
  • Fate/kaleid liner Prisma☆Illya: Sekka no Chikai versi bioskop
  • Dan Image Benefits seperti: PV, iklan pengumuman, dan pengumuman rilis serta video promosi komersial


OVA yang dimaksud adalah animasi pendek (short animation) yang diberitakan baru. Kemungkinan animasi pendek tersebut berhubungan dengan proyek baru Fate/kaleid liner Prisma☆Illya, walau hingga saat ini belum ada kabar apakah SILVER LINK akan melanjutkan proyek Illya mengingat manga-nya yang semakin kian serius, dan sedikitnya fan service.

Blu-Ray/DVD akan dirilis dan tersedia pada 31 Januari 2018 dengan harga ¥9.504 atau Rp 1.460.000 (satu juta empatratus enampuluh ribu rupiah) per 20 November 2017.

Rabu, 15 November 2017

Review: Fate/kaleid liner Prisma☆Illya Movie Sekka no Chikai

Movie yang ternyata bukan Illya yang jadi karakter utama! Mari kita simak reviewnya. Semoga bermanfaat untuk yang ingin menonton. Semua orang sudah tahu, bagi yang menonton seris Fate/kaleid liner Prisma Illya seperti saya mengerti bahwa movie ini menceritakan masalalu karakter utama dalam seris Fate/Kaleid, Sakatsuki Miyu atau yang sering dikenal dengan nama Edelfelt Miyu. Anime Movie ini telah ditayangkan di bioskop Jepang semenjak Agustus 2017 dan sebenarnya akan didistribusikan secara premier oleh ODEX di Indonesia pada bulan Oktober 2017 lalu. Namun, karena adanya kendala teknis, penayangan premier beserta merchandisenya batal dilaksanakan dan akhirnya ditayangkan serentak di seluruh bioskop Indonesia secara merata. Termasuk di Purwokerto, tempat saya menonton movie ini. Seperti biasa, setiap movie memiliki kelebihan dan kekurangan, mari kita bahas satu persatu aspek yang perlu kita kaji di movie ini.

Illya Bukan Karakter Utama!

Seperti yang saya jelaskan di atas, karena anime ini menceritakan masa lalu Sakatsuki Miyu dan sang kakak, Shiro Emiya, Illya menjadi tidak mendapat jatah bagian yang banyak, padahal judul movie-nya saja "Fate/Kaleid Prisma Illya". Berkonsentrasi pada waktu Miyu, yang di hubungkan dengan timeline seris Fate/Kaleid, maka waktu movie ini bisa di posisikan di awal keseluruah seris Fate/Kaled, yang berarti movie ini mengambil waktu sebelum musim pertama Fate/Kaleid. Lalu, apakah kehadiran Illya tidak benar-benar ada? Tidak! Illya masih setia menemani penggemar dari seris ini bahkan dalam movie-nya. Illya hadir pada akhir-akhir movie ini.

Shirou dan Imoutonya, Miyu.
Illya muncul di terakhir movie


Movie ini Pelengkap!

Jika anda telah menonton musim ke 4 Fate/Kaleid (Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei) dimana adegan Miyu diculik oleh klan Ainsworth, banyak sekali pecahan misteri yang belum terungkap, di movie inilah semua dijelaskan secara gamblang. Masa kecil Miyu, Lubang besar ditengah kota, kehidupan Shiro Emiya di dunia yang lain adalah kakak angkat Miyu, bagaimana Miyu menyukai piyama tidur berbentuk binatang, hingga bagaimana Miyu bisa terdampar ke dunia Illya.


Movie yang langsung bisa ditonton

Jika anda ragu-ragu ingin menonton movie ini karena takut bingung tidak mengikuti seris anime Fate/Kaleid sebelumnya, anda tentu salah besar. Seperti yang saya jabarkan di atas, this movie it's taking time where the series it's begin before!. Jika anda menonton movie ini terlebih dahulu, semua akan jelas. Saat setelah anda menonton movie ini dan beralih ke seris, anda tidak akan dipusingkan siapakah Miyu sebenarnya.

Shiro vs Gilgamesh


Not Boring!

Biasanya, anime yang mengandung flashback atau mengambil tema yang waktunya bertolak belakang dengan serisnya menyajikan beberapa adegan yang sama dari seris sebelumnya, namun di movie ini itu tidak terjadi. Walau ada beberapa adegan yang diambil dari beberapa musim pertama, namun sudut kameranya sedikit berbeda dari anime serisnya.


Overal Rate for This Movie

Walau saya sedikit sungguh kecewa karena sepertinya semakin kesini, seris Fate/Kaleid semakin kehilangan rasa humor dan fan service-nya, bahkan di movie ini saya hanya bisa melihat penampakan pantsu Miyu cuma sekali, dan ada beberapa adegan yang sebenarnya humor tapi terasa menegangkan. Namun dari semua itu, movie ini menyajikan informasi sangat penting dari beberapa teka-teki yang tertinggal di seris terakhir anime ini. Ditambah, movie ini masih digarap oleh studio yang sama, SILVER LINK. Studio ini menyajikan grafis dan desain yang sangat Moe, ini yang membuat saya merasa terbayarkan walau kecewa fan service-nya berkurang, ke-moe-an Miyu dan Illya berhasil menambal rasa kekecewaan itu. Namun, ke-Moe-annya harus dikorbankan dengan drama dan sedikit bumbu kesedihan, saya akan berikan skor 9/10 (sembilan dari sepuluh). Karena secara overal, movie ini kualitasnya tidak jauh berbeda dengan animenya. Setuju?

Jumat, 10 November 2017

Review Movie Anime "Uchiage Hanabi"

Uchiage Hanabi. Shita kara miruka? Yoko kara miruka? (Kembang api. Dilihat dari Samping. Atau Bawah?) Dari judulnya saja sudah ketara film ini berhubungan dengan kembang api, tapi apakah yang menjadi bahan pokok adalah hanya kembang apinya saja? Ya! Kembang api merupakan elemen utama dari film ini. Mengapa? Mari simak review saya tentang Anime Uchiage Hanabi.

Di Indonesia sendiri, Uchiage Hanabi sudah hype dan ditunggu karena digarap oleh studio yang suka memelintir kepala para karakter anime yang digarapnya, yaitu SHAFT. Dilain pihak banyak orang yang menantikannya karena ternyata anime ini diadaptasi dari drama asli dengan judul yang sama. Drama tersebut telah mengudara di tahun 1993. Dan separuhnya melihat dari design karakternya yang “konon” mirip dengan anime-anime yang digarap oleh SHAFT. Ya karena anime produksi mereka emang Shaft Banget. Sedangkan saya? Saya menanti apa yang sutradara Nobuyuki Takeuchi yang biasanya menggarap Key Frame dan Akiyuki Shinobu (Denpa onna to seishun otoko, Bakemonogatari, Arakawa Under The Bridge, Hidamari Sketch) lakukan pada film tersebut.

Sejujurnya saya tidak tahu jalan seperti apa yang dibawa oleh anime ini karena tidak mencari referensi dan termasuk menonton dramanya, setelah saya menonton anime ini saya baru menyadari ternyata mindblowing sekali, terlebih kebiasaan SHAFT, mereka menambahkan beberapa elemen yang memang membuat orang yang melihatnya bingung. Tapi sebenarnya elemen-elemen tersebut yang mengandung makna tersembunyi dari arti setiap potong adegannya.

Berdasarkan wikipedia (yang kemungkinan menerjemahkan isi dari website Uchiage no Hanabi), anime ini menceritakan tentang segerombolan anak muda yang ingin melihat kembang api dari mercusuar di kota sekitar, dan membayangkan apakah kembang api akan terlihat datar jika disaksikan dari samping. Sedangkan di sisi lain ada seorang idola kelas bernama Nazuha bertanya kepada orang yang menyukainya, Norimichi untuk kawin lari bersamanya. Nasib apa yang menanti mereka pada keseharian yang terus berulang?

“Keseharian yang terus berulang” dari deskripsi dasar diatas film ini tentu saja mengulang kejadian, tempat dan waktu yang sama.
SPOILER ALERT!
Postingan ini kemungkinan berisi spoiler, silahkan baca secara bijak untuk mendapatkan informasi dari film ini. Admin tidak bertanggung jawab jika anda telah mengerti dan memahami cerita dan isi dari film karena tulisan ini.


Drama? It’s not just a drama!

Drama, jika anda membuka referensi MyAnimeList atau sebangsanya itu, anda hanya akan menemukan kategori anime ini adalah sebuah drama. Tapi tidak hanya sebatas drama, anime ini menyuguhkan perulangan waktu yang dapat merubah nasib seseorang. Jika anda telah menyaksikan “Litte Busters”, kurang lebih seperti itu. Mereka seperti terjebak di dalam ruang yang terus-terus berulang hingga salah satu menyadari, inilah dunia yang aku buat sendiri.
Walau dunia ini terus berulang, kita tidak tahu apakah hubungan mereka akan baik-baik saja. Setelah selesai, yang membuat saya merasa penasaran adalah kelereng yang memiliki pola kaca penutup lampu mercusuar yang dilemparkan oleh Norimichi? Apakah bola ini memiliki kekuatan magis? Apakah bola itu yang mengurung mereka? Atau mereka telah mati dan bola tersebut sebagai perantara? Versi anime memang sedikit berbeda dengan live action dramanya.
Bola punya siapa neh? Mengganggu Ajah!

Adegan selanjutnya saat Nazuna menyanyikan sebuah lagu di dalam kereta, adegan tak terduga dia menjadi layaknya cinderella! Hal ini memang aneh, karena menurut saya, adegan tersebut adalah adegan yang ditambahkan oleh Shaft sendiri. Alasannya? Menambah durasi serta ke eksisan Nazuna sebagai sosok gadis yang sepertinya memeliki banyak keunggulan.

Kalau boleh saya kategorikan, selain drama, film ini mengandung genre Fantasi, Sci-Fi, dan Romance. Setuju?


Implied on the openings

Setelah saya lihat, pembukanya menampilkan keduanya seperti berada di dalam air, menggunakan pakaian renang. Setelah diperhatikan, nampaknya mereka pada area kedalaman yang amat dalam, tidak ada permukaan air yang terlihat. Disana ada pesan tersirat yang saya baca, bahwa mereka akan terjebak pada sesuatu masalah yang sangat rumit, dan mereka akan mengalami masalah-masalah tersebut berulang-ulang. Saya sangat menyesal menyadarinya setelah sampai di rumah, ada beberapa adegan yang saya lupakan soal keterkaitan adegan pembuka ini.

Awalnya saya mengira di adegan ini mereka melakukan bunuh diri. Tapi ternyata setelah ditelusuri hal itu sangat tidak dimungkinkan, mengapa? Karena adegan saat mereka menggunakan pakaian renang sekolah hanya terjadi saat di kolam renang sekolah yang disitu juga terdapat Yuusuke, terlebih lagi kolam renang sekolah untuk bunuh diri dengan kedalaman yang hanya se-dada Norimichi? Arienai! Jadi, apa arti lain dari adegan ini? Sungguh tidak mengenakan jika dihubungkan dengan adegan saat di stasiun, Norimichi mengatakan “kawin lari? bertanggung jawab berarti kita harus bunuh diri?”.


Heroine Aligment!

Nazuna, walau dia tinggi dia menggemaskan terlebih sikapnya yang agak sedikit misterius sangat cocok dengan pengisi suaranya. Semenjak pertama kali saya melihatnya saya selalu bertanya apakah dia benar-benar disandingkan dengan Norimichi? Tidak ada pesan cinta yang jelas di dalam film ini, walaupun ada, pesan tersebut diberikan kepada Yuusuke. Namun dari mimik wajahnya, dia selalu tersenyum dengan Norimichi. Terlebih saat Norimichi memenangkan perlombaan renang. Dia menjadi sangat riang, bahkan saat kembali ke jalan pulang, Nazuna sempat memutar-mutarkan sepeda yang ia kendarai. Jadi dia ikut siapa? Jelas Norimichi.
Aduh, senyumnya kesamarkan air, mau dong disemprot!



Something hidden at the end

Endingnya teramat-amat sangat menggantung, tiada yang tahu apa yang terjadi pada mereka selanjutnya dan saat adegan terakhir pengabsenan siswa. Tidak sama dengan versi drama. Bisa saya sebut ending anime ini tiada bedanya dari Kimi no Nawa, namun lebih menggantung. Setelah sekian banyak perulangan, petualangan, dan kejadian yang membuat kita geregetan plus bingung, ditambah Nazuna mengucapkan “Jadi ini dunia yang kau (Norimichi) buat?”, “Mari kita bertemu di dunia yang lain” membuat saya tidak nyaman. Sehingga saya menganggap mereka telah berada di dunia lain, alias mati dan berakhir. Namun apakah mereka benar-benar berakhir? Di akhir anime ini, keduanya tidak hadir dalam sekolah, apakah mereka kabur? Atau mereka menghilang ditelan bola kelereng yang dibawa Nazuna dari pantai? Atau mereka mati setelah di dorong dari mercusuar? Atau mereka berhasil kawin lari ke Tokyo? Saya tidak dapat membaca apa yang sebenarnya terjadi dari karakter-karakter lain yang hadir dikala adegan terakhir itu ditapilkan.


So? The Fireworks?

Nampaknya dari judul film ini mengajarkan kita untuk melihat dari dua sisi. Seperti kembang api, jika dilihat dari depan dan bawah kita akan menyadari itu bulat, sedangkan jika di lihat hanya dari satu sisi, terlihat datar. Namun terlihat datarnya itu hanya persepsi seseorang, seolah memanggil kita untuk melihatnya datar, atau merubahnya menjadi datar. Seperti bumi yang diperdebatkan bulat atau datar yah? Namun sisi yang satu sangat membutuhkan akal, pikiran dan pendalaman, saya rasa menontonnya sekali tidak akan cukup untuk anda yang ingin menemukan jawaban atas menghilangnya mereka berdua, serta keaktifan bola kelereng yang menyebabkan waktu terus berulang. Apakah akhirnya pesan cinta Norimichi tersampaikan? Tapi mengapa lagunya “Just Friend?” Apakah ini cinta? Cinta yang seperti apa? Friend Zoned?

Nampaknya ini yang diincar oleh Shaft, membuat anda penasaran. Akhirnya semua orang mau tidak mau harus menontonnya sebanyak 2 kali untuk memahami film ini. Namun sekali lagi saya tidak dapat menemukan titik terangnya. Memang anime Shaft sangat sulit dimengerti, semenjak saya menonton Monogatari-pun saya tidak dapat memahaminya. Atau saya yang hanya manusia bodoh?


Critical Response

Banyak komentar yang datang dari orang terkenal di Jepang. Komentar tersebut bisa ditemu di halaman wikipedia Uchiage no Hanabi. Kita dapat temui komentar seperti dari musisian Koremasa Uno yang mengatakan “Bahwa animenya tidak seperti aslinya. Rasanya seperti studio anime sendiri, Shaft, dan produser Genki Kawamura (Produser) yang membuatnya”. Tatsuya Masuto juga berkata di twitternya bahwa “ekspetasi terhadap film tersebut tidak begitu mengecewakan, dan animenya seharusnya bisa lebih bagus dari live-actionnya.”


Final Score?

Saya menilai, film anime ini sebsar 8/10 (Delapan dari sepuluh total skor). Dari aspek grafis yang membuat saya terpukau dengan sosok Nazuna, gambar yang memukau, ditambah ada adegan yang total menggunakan CG3D. Background Music, dan tentu saja cerita yang diadaptasi dari Live Action Drama 1993 ini memang benar-benar menggugah hati, berangan-angan jika kita ada di sana, “perandaian” apa yang dapat kita buat bersama Nazuna kalau kita ikut mencintainya? Masa muda yang benar-benar mustahil kita dapatkan, dimana ada seorang anak perempuan dengan misteriusnya mengambil hatimu dan mengajak kawin lari, meninggalkan seluruh kehidupan dikota yang ditinggali.

Apalagi? Masih ada aspek yang tertinggal yaitu Music. Theme song Uchiage Hanabi dari DAOKO x Kenshi Yonezu! Dan Forever Friends yang juga diadaptasi dari Live Actionnya-pun dinyanyikan oleh DAOKO.



Walau tulisan saya tidak menggunakan kualitas bahasa yang tinggi dan ilmiah, karena agar dapat mudah dipahami. Diharapkan review ini bisa membantu kalian yang membacanya, terlebih lagi yang ingin menonton Uchiage Hanabi, namun masih diselimuti dengan rasa ragu, hingga penayangannya di bioskop usai. Mungkin Uchiage Hanabi bisa menjadi pertimbangan dikala anda memburu B-Ray anime movie, Uchiage Hanabi yang saya rekomendasikan.
Apa cuma saya yang berfikir Nazuna sangat imut di adegan ini?