Kamis, 06 Desember 2018

BUG Membuat Personil LOVE LIVE Telanjang

SQUARE ENIX kini mengalami masalah yang serius!!
Hari Kemarin 5 Desember 2018, Game Ritme berjudul Love Live! School idol festival ~after school ACTIVITY mengalami BUG, Dikutip dari akun twitter resminya bahwa BUG tersebut sedang diperbaiki hingga waktu yang tidak ditentukan.





Tapi dari pihak SQUARE ENIX tidak menyebutkan BUG apa yang sedang menjadi masalah. Namun, dari kabar yang beredar dari akun sosial media mengabarkan bahwa BUG yang sedang dialami adalah Render pada kostum atau pakaian pada karaternya. membuat karakternya seperti telanjang yang bisa anda lihat dibawah ini :



Sayangnya Game Love Live ini tidak ada di Indonesia. Jadi saya pribadi tidak bisa menikmatinya memainkannya. semoga BUG ini hanyalah keisengan sang developer untuk memanjakan para pemainnya.

Senin, 03 Desember 2018

"Kentaro Sato" "Magical Girls' Site" Berpartisipasi di Acara "SASUKE" pada Malam Tahun Baru

Kentaro Sato, mangaka Mahou Shoujo of the End, Mahou Shoujo Site, dan the writer of Mahou Shoujo Site Sept akan berpartisipasi dalam acara"SASUKE" yang ke 36 pada tanggal 31 Desember 2018.
di Twitter-nya


"Saya akan berpartisipasi pada 'SASUKE' pada siaran Malam Tahun Baru 12/31! ! Terima kasih atas dukungannya! ! ! 💪✨"

dari kalimat diatas kita bisa merasakan betapa semangatnya mangaka yang satu ini dalam mengikuti ajang persaingan di SASUKE2018. BTW acara ini akan disiarkan memalui TBS Channel pada Heisei last New Year's Eve special! SASUKE2018 & boxing Ichiro Isooka world title match "(provisional)" 31 december pukul 18:00 waktu japan. Selain itu, akun Twitter resmi (@sasuke_tbs) dari program ini akan memperkenalkan 100 pemain yang berpartisipasi pada 4 desember besok.

Acara yang nantinya diikuti oleh mas Sato


Sumber : natalie

Minggu, 02 Desember 2018

Quick Workouts for Holiday Travel




It is easy to get out of your regular exercise habit during the holidays – particularly if you must travel a lot!    The good news is with a little preparation it is easy to get in an effective workout anywhere.
Here are a couple of ideas for getting your workouts in anywhere, anytime:
Get yourself a set of resistance bands with door holder like these: 

Resistance Bands- https://resistancebandtraining.com/shop/total-fitness-package/- everything you need to perform a safe and effective total body strength training routine that can be done anywhere including a hotel room.    Check out the site for some great free workout programs.

Core Flytes - https://www.flytefitness.com/Inexpensive and great for travel Core Flytes allow a highly effective full-body workout just about anywhere and at any ability level.    Their website and youtube channel provide lots of workouts and exercises.

TRX Suspension Training - https://goo.gl/TtpmAA - The TRX Home System provides another great travel workout option including a great app that shows you exactly what to do!

Bodyweight Routine - https://www.mensfitness.com/training/workout-routines/best-bodyweight-workout-all-time - this Men’s Fitness Bodyweight Routine provides several options that require zero equipment.

3 Best Bodyweight Exercises - https://workoutanytime.blogspot.com/2016/03/the-three-best-bodyweight-exercise.html - a simple, yet highly effective workout check out these three bodyweight moves that can be done anywhere.

Walking or Running can be done in many locations, and with proper clothing you can go for a walk or a run even during cold weather.     In addition, cold weather workouts provide the added benefit of revving up your metabolism (cold exposure is a proven way to boost metabolic rate).

Stairs can be found almost everywhere and walking or running up and down stairs provides a fantastic interval based cardio challenge while also challenging lower body and core strength.

Yoga Routine – Yoga can be performed anywhere and there are many great online videos including this one from Pop-Sugar:  https://www.popsugar.com/fitness/10-Minute-Power-Yoga-Workout-31081952

So instead of letting your holiday travel hijack your workout programs – plan and prepare to workout on the road.    With a little planning you can keep your workout routine on track during Holiday Travel.

Kamis, 29 November 2018

Proyek Anime Nora to Oujo to Noraneko 2 Sedang Dikerjakan

nora to oujo to noraneko

Seri pendek anime yang di adaptasi dari Novel dewasa ini dilanjutkan ke musim 2.
Melalui website resminya, proyek Nora to Oujo to Noraneko kembali dilanjutkan. Anime ini diprediksi akan melanjutkan cerita terakhir dari musim sebelumnya yang telah mengudara pada musim panas 2017 lalu. Hingga saat ini belum ada informasi kapan anime ini akan mengudara. Namun yang jelas anime ini akan diproduksi oleh DMM.Future Works

Sedangkan game visual novelnya direncanakan akan dirilis pada 29 Februari 2019 mendatang dan hanya tersedia dalam platform PlayStation 4, Nitendo Switch dan PS Vita.
Banner Game

Sinopsis

Handa Nora adalah anak laki-laki yang tinggal bersama dengan Yuuri Shachi, seorang gadis yang diadopsi oleh ibu Nora. Berkat banyak orang, mereka berdua tumbuh baik bahkan setelah orang tua mereka meninggal dunia. Setiap pagi, Sachi selalu membangunkan Nora yang disukainya.

Nora banyak menghabiskan masa sekolahnya bersama Kuroki Michi, yang merupakan ketua komite kedisiplinan. Juga bersama teman masa kecilnya, Asuhara Yuuki.

Suatu hari, Nora bertemu dengan seorang gadis bernama Patricia di taman. Patrica mengatakan bahwa dia adalah putri neraka dan bermaksud untuk menghacurkan semua kehidupan. Namun saat pertama kali menyentuh daratan, dia pingsan, dan Nora pun merawatnya. Patrica kemudian meminta Nora untuk menceritakan tentang hidup di dunia, termasuk hal-hal mesum yang baru saja mereka lihat di taman.
PV Musim Pertama



https://nora-anime.net/

Rabu, 28 November 2018

Sempat Tertunda! Episode 7 Anime Ore ga Suki nano wa Imōto dakedo Imōto ja nai meluncur!

header Episode 7
Akhirnya, episode 7 dari anime imo-imo ini meluncur. Sempat di cacimaki karena kualitas gambar buruk, mendapat berita tidak mengenakan seputar key Animator anime imo-imo yang dikabarkan tidak dibayar sama sekali dan mereka harus berkerja ekstra membuat anime ini sempat jatuh rating.


Namun, pada tanggal 28 November 2018 kami mendapatkan potongan adegan episode 7 yang dinanti-nanti. Screenshoot ini kami dapatkan dari akun media sosial resmi milik Kadokawa Anime Channel. Potongan gambar adegan ini pun dapat dilihat pada official web imo-imo di http://imo-imo.jp/story/?ep=7.

Melihat dari potongan adegan tersebut, nampaknya keterlambatan penayangan memberikan waktu bagi studio untuk memperbaiki kualitas gambar, dari segi coloring, bentuk simetri, dan spesial effect yang nampak sangat buruk di episode ke 2.


Minggu, 25 November 2018

How to Enjoy Alcoholic Beverages Without Getting Fat During the Holidays!





The holidays are a time of celebration, and assuming you do NOT have a problem with alcohol and can drink responsibly, it is okay to imbibe!    The key to not getting fat from alcohol is to understand the calorie and carb content of alcoholic beverages and plan your intake ahead of time in terms of exactly what you chose to drink and how much you have.   

All alcoholic beverages tend to drive insulin production so they are a big no, no for diabetics and other people taking certain medications.   ALWAYS check for drug and alcohol interactions before drinking any alcoholic beverage.

It is also important to understand that in addition to the alcohol content itself alcoholic beverages are often full of sugar which further drives insulin and fat production.    The good news is that there ARE alcoholic beverages that are much lower in sugar/carb and calories.

Champagne

One of the best deals for a low carb holiday beverage is champagne!   Champagnes have the lowest carb and calorie content of any wine so are a great choice – particularly dryer champagnes.   A 4-ounce serving contains just 1.6 grams of carb and only 84 calories making Champagne the best choice for holiday cheer!

Common White Wines

After Champagnes the next best choice is white wines (NOT including ANY dessert wines!)

Per 5 Ounce Serving Size:

Chardonnay -   120 calories and 3.43 grams of carb
Sauvignon Blanc – 120 calories and 3 grams of carb
Reisling – 120 calories and 5.54 grams of carb
Pinot Grigio – 122 calories and 3 grams of carb

Common Red Wines

Merlot – 118 calories and 3.8 grams of carb
Cabernet Sauvignon – 130 calories and 3.82 grams of carb
Burgundy – 122 calories and 5.46 grams of carb
Pinot Noir – 116 calories and 4 grams of carb
Shiraz – 116 calories and 3.79 grams of carb



Low Carb Beers

Bud Select 55 – 55 calories with only 1.9 grams of carb
Miller64 – 64 calories with 2.4 grams of carb
Michelob Ultra – 95 calories with 2.62 grams of carb
Becks Premier Light – 64 Calories with 3.2 grams of carb
Miller Light – 96 calories with 3.2 grams of carb
Amstel Light – 95 calories with 5 grams of carb
Coors Light – 102 calories with 5 grams of carb
Bud Light – 110 calories with 6.6 grams of carb

Mixed Drinks

Liquor such as gin, vodka, scotch and rum, but are full of calories and to some extent act as a “super” carb driving insulin and hunger.    That being said they do not contain any carb whatsoever so as long as you mix them with no sugar/calorie mixers you can keep your carb and calorie intake somewhat under control.

One of the best choices is Vodka and Soda Water with Lime or Lemon coming in with zero carbs and about 100 calories!   Other examples are whiskey and diet coke, Seagrams 7 and Diet 7-up, Rum and diet cola, or Spiced Rum and Diet Ginger Ale.

What to avoid!

Watch those mixers when it comes to mixed drinks – most standard mixers such as all sodas, fruit juices, and tonic are full of sugar unless you use the diet versions.      All your Caribbean and Tropical drinks such as Pina Coladas, Daquireis, Mai Tai’s, and Margaritas, etc are chock full of sugar and calories.

Set a Budget for Your Intake!

Set a budget on your intake of alcoholic beverages and actually keep track as you drink them making a point of knowing how much you have had each hour.     Remember each beer, glass of wine, and mixed drink takes one hour to process for the average male (and longer for females) so anything above 1 per hour is getting you inebriated at some level.   

In addition to budgeting your intake drink a glass of non-alcoholic, no calorie beverage such as water or club soda for each drink/beer/glass of wine you have to slow yourself down and stay hydrated.

If you want to catch a buzz drink your limit and switch to all non-alcoholic beverages for 2 – 4 hours before driving.     

Even better – get a designated driver or use Uber or Lyft for travel to and from Holiday Parties!

Rabu, 21 November 2018

Fenomena Lolicon!

Baru-baru ini netizen Indonesia diresahkan dengan salah satu kelakuan seorang otaku / weaboo yang mengakui dirinya adalah seorang Lolicon dan Pedophile. Nah, apakah itu lolicon? Apakah ada keterkaitannya dengan masalah kelainan disorientasi sex seperti pedofilia? Insider Animex akan membahasnya!


Sungguh kelewat batas, kali ini ada salah seorang otaku / weaboo dengan secara terbuka, dan sadar diri mengakui dirinya adalah seorang lolicon sekaligus pedofilia. Hal ini membuat gempar netizen Indonesia karena dianggap meresahkan, bahkan KPAI dan pihak Kepolisian sudah mengusut kasus tersebut karena dimanapun pedofilia ini sudah menjadi salah satu penyebap kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Indonesia.

Walaupun begitu, banyak pihak yang mengatakan bahwa Lolicon itu tidak mesti sama dengan Pedofilia, dan banyak pihak penggemar Lolicon itu merasa tidak terima dengan Pedofilia. Mengapa? Simak ulasan berikut ini melalui kaca otaku:


Tentang Lolicon

Jika berbicara tentang Lolicon, pasti orang akan bertanya-tanya, apakah itu Lolicon? Lolicon merupakan singkatan dari Loli Complex, karena diserap dalam bahasa katakana Jepang, maka menjadi ロリコン (Dibaca: Roricon). Adalah ketertarikan / obsesi seseorang terhadap anak-anak dibawah umur, menjelang, atau sesudah pubertas, mereka biasa disebut Lolita (disingkat Loli). Obsesi yang dimaksud adalah, obsesi yang "tidak harus" berhubungan dengan seksualitas. Pelaku pedofilia "kebanyakan" Pria dan korban adalah anak perempuan / laki-laki di bawah umur.
Contoh karakter loli.
Hina Takanashi - Papa no Iukoto wo Kikinasai

Lolicon juga digunakan di dunia otaku Jepang (penggemar budaya pop Jepang) yang sering digunakan untuk mendefinisikan suatu genre atau penggemar yang memiliki obsesi yang sama persis seperti yang telah dijelaskan diatas. Hal ini mengacu pada ketertarikan akan karakter yang, atau berimage Loli yang akan kami jelaskan di bawah.


Loli

Seperti yang telah dijelaskan diatas, Lolita / Loli merupakan anak-anak yang dibawah umur, menjelang, atau sesudah purbetas, didalam dunia otaku Loli "hanya" berjenis kelamin wanita, sedangkan pria disebut Shota. Walau sejatinya di dalam dunia otaku Jepang banyak karakter yang hanya imagenya saja yang Loli. Karakter yang memiliki image Loli ini biasa disebut Legal Loli, atau Loli yang sudah memiliki umur dan sifat layaknya orang dewasa, namun struktur, bentuk serta karakteristik tubuhnya menyerupai seorang anak-anak yang belum tumbuh.
Kiri ke Kanan: Chino Kafuu (< 12 tahun), Chiyo Sakura (16 Tahun), Rory Mercury (961 Tahun)

Saat ini sebutan loli sendiri masih ambigu karena penggunaannya bisa diberbagai dunia hiburan, tempat dan fashion. Serta belum ada ketentuan pasti karakteristik yang tepat menggambarkan seorang loli, karena ini tergantung presepsi masing-masing yang memahami sebutan Loli tersebut.


Disorientasi Sex Lolicon sama dengan Pedofilia?

Seperti yang kita sebutkan, banyak karakter Loli di dunia otaku Jepang yang memliki umur yang sudah dewasa, yang bisa kita sebut adalah Legal Loli dan ada karakter Loli yang memang memiliki karakteristik dibawah umur. Namun apakah seorang Lolicon tidak memiliki ketertarikan seks terhadap karakter loli yang ia senangi? Jawabnya adalah Iya. Jadi Lolicon adalah Pedofilia? Jawabannya adalah tidak semua.

Jika anda bertanya mengapa jawabnya demikian, sederhananya anda perlu menelaah orang tersebut. Apakah dia memiliki ketertarikan terhadap dunia otaku atau tidak? Bagaimana dia menyukai loli? Apakah dia menyukai Legal loli (loli dewasa) ataupun Real Loli (loli dibawah umur)?
Anime Uchi no Maid Uzasugiru! (Maid dirumahku sungguh Menyebalkan!)
Menceritakan seorang loli berdarah Russia yang terganggu akan Maid (pembantu wanita) yang seorang lolicon dirumahnya.

Sebagai contoh banyak orang di dunia otaku yang mencintai karakter atau animasi loli. Namun dia tidak menyukai loli di dunia nyata, orang seperti ini tidak perlu anda takuti atau klaim sebagai Pedofilia, karena dia tidak akan melakukan aksi kriminal seks terhadap anak-anak di dunia nyata, karena dia sudah tenggelam didalam dunia 2D / Animasi.

Adalagi dia memiliki ketertarikan pada Loli dewasa, dimana jarang sekali ditemukan di dunia nyata. Orang seperti ini biasanya masih berfikir rasional untuk melakukan tidak kejahatan seks terhadap orang-orang disekitarnya.

Ada contoh lagi, orang yang menyukai loli di dunia animasi atau populer Jepang, tidak menyukai anak-anak kecil di dunia nyata. Karena anak-anak di dunia nyata tidak bisa disesuaikan seperti loli-loli di dunia animasi, maupun loli dewasa (legal loli). Bahkan ada Lolicon yang menganggap bahwa Loli didunia nyata itu menyebalkan dan menyusahkan.

Lolicon hanya menyukai karakter wanita, tidak dengan karakter pria. Sedangkan Pedofilia biasanya tidak mementingkan jenis kelamin.

Dalam kesimpulan kasus-kasus tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang Lolicon belum tentu adalah seorang Pedofilia.


Kemanakah Pelampiasan Para Lolicon di dunia Budaya pop?

Jika anda bertanya demikian, maka anda perlu belajar kedunia populer Jepang, dimana banyak sekali hiburan seks yang mampu meredam amarah seorang Lolicon agar tak menjadi Pedofilia. Mulai dari Anime, Japan Adult Video (Jav), Animasi Hentai, Doujin, Hentai Doujin, dan Visual Novel. Dari dunia hiburan di budaya populer Jepang tersebut menyajikan genre seks Loli dan semuanya adalah legal.


Kesimpulan

Dari semua pembahasan diatas dapat disebut bahwa seorang Lolicon berbeda dengan Pedofilia, mulai dari pandangan, kepercayaan serta hiburan. Namun, seorang Lolicon dapat menjadi seorang Pedofilia apa bila dia kehilangan pandangan dan tidak berfikir rasional. Pedofilia biasanya pelakunya kebanyakan Pria, dan korban bisa saja anak laki-laki atau perempuan. Namun Lolicon, pelakunya bisa saja Pria maupun Wanita, namun korbannya tidak berasal dari dunia nyata, bisa saja karakter anak perempuan, atau wanita dewasa yang memiliki image anak-anak yang tentu saja legal karena mereka berumur lebih dari 18 tahun, bahkan ada yang umurnya ratusan. Dan tidak semua Lolicon adalah Pedofilia begitu juga sebaliknya, tidak semua Pedofilia adalah seorang Lolicon.

Demikian pembahasan Insider kami soal Fenomena Lolicon. Jika ada tambahan, kalian bisa tuliskan masukan kalian di kolom komentar yah.